Rahasia Alutsista Indonesia 2014

Seperti kita semua tahu selama 30 tahun berkuasa Pak Harto selalu berkiblat ke blok barat dalam hal pengadaan alutsista.

PT.PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514

Setelah sekian lama “mbulet” mencari dan mencari, Indonesia akhirnya mulai membangun armada kapal perang produksi dalam negeri.

Tank Medium PT.Pindad

Indonesia dan Turki sepakat bekerjasama untuk mengembangkan tank medium baru. Kesepakatan ini ditandatangani 6 Februari 2014 di Jakarta, antara perusahaan FNSS Turki dengan PT Pindad Indonesia, untuk mengembangkan tank bagi keperluan TNI AD.

Kapal Selam Indonesia Siap Diproduksi PT.Pal

Jakarta – Komisi Bidang Pertahanan DPR-RI dan pemerintah sepakat tentang suntikan dana senilai US$ 250 juta atau Rp 2,5 triliun untuk memproduksi kapal selam di Surabaya- Jawa Timur.

Radar Pertahanan Indonesia Ditambah

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai radar khusus militer di Indonesia masih kurang. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Kemenhan bekerja sama dengan radar sipil atau radar sekunder.

Showing posts with label Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Alutsista. Show all posts

25 September 2014

Pesawat A400M Pertama Malaysia

Malaysia segera datangkan 4 pesawat A400M ATLAS dari Airbus defence and space
Pesawat pertama dari empat pesawat transport A400M ATLAS yang dibuat Airbus Defence and Space untuk Malaysia, segera melakukan ground testing sebelum diserahkam pada tahun 2015, ujar pihak Airbus DS, 23 September 2014,

Pesawat Airbus A400M ATLAS ini dalam proses perakitan tahap akhir di Sevilla, Spanyol, dimana semua komponen besar sudah disatukan. Selanjutnya pesawat pesanan Malaysia ini akan melakukan ground testing dan tes terbang dan direncanakan diserahkan kepada Royal Malaysian Air Force (RMAF) pada triwulan pertama 2015. Dua pesawat selanjutnya diserahkan di akhir tahun 2015, sedangkan 1 pesawat lagi diserahkan tahun 2016.

Tim pertama pilot RMAF telah menjalani pelatihan di pusat pelatihan Airbus DS International di Sevilla Spanyol dan akan disusul oleh personel teknisi.

Malaysia menjadi konsumen ekspor pertama pesawat A400M setelah menandatangani kontrak tahun 2005. Pesawat ini akan menambah armada angkut RMAF, selain C-130H Hercules yang sudah menua, dan akan diremajakan nantinya.

Malaysia mengeluarkan dana 2,5 miliar dollar untuk pengadaan empat pesawat A400M, yang juga memperoleh kontrak pengadaan komponen pesawat yang dikerjakan oleh perusahaan Malaysia CTRM (Composites Technology Research Malaysia). (Janes.com).

23 February 2014

Postur Kekuatan Alutsista Indonesia 2014

Jakarta 23 Februari 2014, – Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tak bisa lagi dianggap remeh. Keberhasilan pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
T50i Indonesia

Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.

Pesawat tempur T-50i yang dibeli dengan nilai kontrak 400 juta USD ini, akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK-53 yang menjadi bagian dari Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi Madiun, di bawah Komando Operasi AU-II.

Pesawat T-50i adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea Selatan dan dikembangkan oleh Korean Aerospace Industry dengan bantuan Lockheed Martin. Pesawat ini mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang dilengkapi dengan peralatan tempur. (Missile Guided/Unguided, Rocked, Bomb, Canon 20 mm serta radar.

Lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan AS sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014, akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.

Juga akan segera tiba UAV (pesawat terbang tanpa awak) untuk mengisi skadron UAV dalam rangka memperkuat operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Lanud Supadio Pontianak.
Untuk pesawat angkut sedang, secara berurutan telah tiba di Indonesia sebagian besar dari 9 unit pesawat CN-295 yang merupakan hasil kerjasama PT DI dengan Airbus Military dan rencananya akan menjadi 1 skadron CN-295, dan 2 unit CN-235 serta 1 unit Casa-212 untuk angkut ringan.

Dalam rangka mendukung kegiatan airlift dan OMSP, telah dilakukan penambahan 9 unit pesawat angkut berat Hercules C-130H yang mulai tiba secara bertahap.

TNI AU juga telah mengoperasikan pesawat latih lanjut KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan yang digunakan oleh Tim Aerobatik TNI AU, Jupiter sebanyak 1 skadron.

Peremajaan pesawat-pesawat latih TNI AU telah dilakukan dengan mengganti pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo yang sudah berusia 30 tahun dengan pesawat latih generasi baru, Grob G-120 TP buatan Jerman sebanyak 18 unit yang direncananya akan menjadi 24 unit.

Untuk rotary wing, telah ditambah beberapa jenis Helikopter yaitu Helikopter Super Puma NAS-332 sebanyak 3 unit dan Helikopter Full Combat SAR EC-725 Cougar Eurocopter sebanyak 6 unit.

Pertahanan Udara
Untuk pertahanan udara nasional, telah diperkuat dengan pengadaan PSU (Penangkis Serangan Udara) sebanyak 3 baterai/6 firing unit buatan Rheinmetall Air Defence Switzerland, untuk satuan-satuan di Korps Paskhas TNI AU. 7 unit radar canggih yang telah dan akan dipasang di beberapa lokasi antara lain Merauke, Saumlaki, Timika dan Morotai.
Infantry Fighting Vehicle IFV Marder tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photo:arc.web.id)
TNI AD Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.

Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, 4 unit akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.

TNI Angkatan Darat (AD) akan lebih memfokuskan diri untuk melakukan transformasi organisasi pada 2014, guna menghadapi rencana strategis II periode 2015-2019. Pertambahan alutsista membuat TNI AD harus segera mendesain ulang organisasi.

Dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak tembaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer. TNI AD juga telah memiliki Multilauncher Rocket System (MLRS) dengan daya jangkau hingga 100 kilometer, ditambah lagi tank Leopard dengan kapabilitasnya luar biasa.
BMP-3F. Marinir (photo:Dispenal)

TNI AL
Sementara itu untuk matra laut, terdapat upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan 2 unit Kapal Hidro Oceanografi, tiga Light frigate dari Inggris dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.
Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak 5 unit, dimana 2 unit diantaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.

Target MEF 42 Persen
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menargetkan tahun 2014 ini kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) pada rencana strategis I dapat mencapai 40-42 persen.
Kementerian Pertahanan optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal dapat dilakukan pada 2019 atau lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan pada 2024.

Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan merupakan terobosan dan keberhasilan, berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kementerian Pertahanan. Anggaran pertahanan pada 2013 mencapai Rp 77 triliun, dan pada 2014 ini meningkat menjadi Rp 83,4 triliun. (Syaiful Hakim/ Antaranews.com)

Sumber : JakartaGreater.com

18 February 2014

Alutsista Baru Denarhanud Rudal 001, Kodam IM

Lhokseumawe. Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Rudal 001, Dewantara, Aceh Utara, menerima alutsista terintegrasi TD 2000 B, dalam upacara yang dipimpin Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, Rabu (29/1/2014). TD 2000 B merupakan senjata pertahanan udara gabungan antara rudal dan meriam buatan China.
Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo, di lapangan Arhanud, Aceh Utara, (29/1/2014)
Pangdam IM menambahkan 30 unit persenjataan andalan terbaru alutsista terintegrasi TD 2000 B meliputi, radar, FCDV-1 (alat kendali tembak), simulator, Meriam otomatis 57mm/AA jarak tembak efektif 6 km, kenderaal peluncur rudal, FFC kenderaan missile target tembak untuk memperkuat Artileri pertahanan/pengamanan udara di Aceh. Komposisi sistem persenjataan satu unit radar SR-74 dengan jarak tangkap sasaran hingga 60 km, empat unit FCDV alat kendali tembak dilengkapi pengarah optik dengan jarak jangkau 14 km, delapan unit FCV-1 dilengkapi rudal QW-3 dan mampu menembak sasaran secara efektif dalam jarak 7 km, serta simulator.
Radar TD 2000 B
Alutsista ini dilengkapi 12 pucuk meriam 57 mm/AA yang dapat dioperasikan baik otomatis maupun manual dengan jarak tembak efektif 6 km, serta satu unit FCC kendaraan yang dipergunakan untuk memeriksa misil yang akan ditembakkan dalam penugasan maupun latihan penembakan.

Mayjen Pandu Wibowo dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran alutsista baru ini merupakan perkuatan TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai Undang-Undang (UU) No 34/2004 tentang TNI, yakni menegakkan kedaulatan, melindungi dan mempertahankan NKRI.

Alutsista terintegrasi TD 2000 B merupakan persenjataan andalan terbaru yang dimiliki Detasemen Arhanud Rudal-001 Kodam IM, menggantikan Rapier System. Alusista ini menjadi kunci bagi TNI AD dalam melaksanakan pertahanan negara dan dukungan operasional bagi Arhanud dalam menyelenggarakan pertahanan udara aktif terhadap objek vital nasional dengan menghancurkan dan meniadakan daya serangan musuh melalui pesawat terbang, rudal maupun balistik dalam mendukung tugas pokok Kodam IM.
12 pucuk meriam 57 mm/AA
Bukan “tebar pesona”

Menurut Mayjen Pandu Wibowo kehadiran senjata ini bukan untuk tujuan pasang aksi dan tebar pesona, tetapi menjadi pengobat dahaga bagi Detasemen Arhanud yang telah lama mendambakan kehadiran alutsista baru untuk menggantikan senjata lama yang telah dipensiunkan.

“Saya berharap dengan penambahan perlengkapan ini akan semakin meningkatkan pengamanan wilayah di jajaran Kodam IM sehingga kinerja pengamanan akan semakin maksimal,” ujarnya. Diakuinya, saat ini banyak alutsista di jajaran Kodam IM sudah tua dan membutuhkan pembaruan dan perbaikan. Namun, dopastikannya bahwa pasukan TNI selalu siaga menjaga tiap jengkal wilayah NKRI.

Sesuai arahan KSAD, lanjutnya, alutsista yang tiba harus segera disalurkan untuk mengisi satuan utama di jajaran TNI AD agar dapat digerakkan sewaktu-waktu.
Alutsista baru Denarhanud 001 Kodam IM
“Hari ini kita menerima persenjataan baru terintegrasi yang merupakan dukungan dari pusat untuk melaksanakan pertahanan udara aktif guna melindungi objek vital nasional maupun titik rawan lainnya di Aceh,” sebutnya.

Saat ditanya wartawan, Pangdam IM mengungkapkan, kehadiran alutsista TD 2000-B untuk menggantikan rudal lama yang sudah berumur 30 tahun. Akurasi senjata ini mencapai 98 persen dan cukup baik dioperasikan di daerah tropis, ujarnya seraya mengharapkan penambahan satu detasemen di Banda Aceh untuk melindungi kota ini dari serangan musuh.

Penerimaan sekaligus peusijuk ini dihadiri Wadan Pusat Senjata Arhanud, Kolonel ARH Fahrudin; Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Hipdizah, Bupati Aceh Utara, M Thaib, Dandim 0103/Aceh Utara, Dan Arhanud 001, Mayor ARH Hari Purnomo; dan jajaran pejabat sipil dan militer lainnya.

Acara diakhiri dengan atraksi pemanfaatan alusista tersebut oleh prajurit TNI Detasemen Arhanud 001 ketika menghadapi serangan musuh dari udara.(analisadaily.com)

Copyright : http://jakartagreater.com