Rahasia Alutsista Indonesia 2014

Seperti kita semua tahu selama 30 tahun berkuasa Pak Harto selalu berkiblat ke blok barat dalam hal pengadaan alutsista.

PT.PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514

Setelah sekian lama “mbulet” mencari dan mencari, Indonesia akhirnya mulai membangun armada kapal perang produksi dalam negeri.

Tank Medium PT.Pindad

Indonesia dan Turki sepakat bekerjasama untuk mengembangkan tank medium baru. Kesepakatan ini ditandatangani 6 Februari 2014 di Jakarta, antara perusahaan FNSS Turki dengan PT Pindad Indonesia, untuk mengembangkan tank bagi keperluan TNI AD.

Kapal Selam Indonesia Siap Diproduksi PT.Pal

Jakarta – Komisi Bidang Pertahanan DPR-RI dan pemerintah sepakat tentang suntikan dana senilai US$ 250 juta atau Rp 2,5 triliun untuk memproduksi kapal selam di Surabaya- Jawa Timur.

Radar Pertahanan Indonesia Ditambah

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai radar khusus militer di Indonesia masih kurang. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Kemenhan bekerja sama dengan radar sipil atau radar sekunder.

Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

25 September 2014

Pesawat A400M Pertama Malaysia

Malaysia segera datangkan 4 pesawat A400M ATLAS dari Airbus defence and space
Pesawat pertama dari empat pesawat transport A400M ATLAS yang dibuat Airbus Defence and Space untuk Malaysia, segera melakukan ground testing sebelum diserahkam pada tahun 2015, ujar pihak Airbus DS, 23 September 2014,

Pesawat Airbus A400M ATLAS ini dalam proses perakitan tahap akhir di Sevilla, Spanyol, dimana semua komponen besar sudah disatukan. Selanjutnya pesawat pesanan Malaysia ini akan melakukan ground testing dan tes terbang dan direncanakan diserahkan kepada Royal Malaysian Air Force (RMAF) pada triwulan pertama 2015. Dua pesawat selanjutnya diserahkan di akhir tahun 2015, sedangkan 1 pesawat lagi diserahkan tahun 2016.

Tim pertama pilot RMAF telah menjalani pelatihan di pusat pelatihan Airbus DS International di Sevilla Spanyol dan akan disusul oleh personel teknisi.

Malaysia menjadi konsumen ekspor pertama pesawat A400M setelah menandatangani kontrak tahun 2005. Pesawat ini akan menambah armada angkut RMAF, selain C-130H Hercules yang sudah menua, dan akan diremajakan nantinya.

Malaysia mengeluarkan dana 2,5 miliar dollar untuk pengadaan empat pesawat A400M, yang juga memperoleh kontrak pengadaan komponen pesawat yang dikerjakan oleh perusahaan Malaysia CTRM (Composites Technology Research Malaysia). (Janes.com).

15 March 2014

21 Maret 2014, Asteroid Besar Hantam Bumi?

Asteroid itu terdeteksi sejak 2003. Berbahayakah?

Ilustrasi Asteroid berukuran raksasa menabrak Bumi
Dunia digemparkan dengan kabar mengerikan seputar asteroid sepekan lalu. Ya, dalam waktu dekat, tepatnya 21 Maret 2014, sebongkah asteroid besar bernama 2003 QQ47 diramalkan akan berbenturan dengan Bumi. Kabar ini langsung menyebar cepat di media sosial, tak terkecuali Twitter, Facebook, Path, dan semacamnya.

Membutuhkan waktu tiga bulan untuk memastikan bahwa asteroid itu ternyata tidak berbahaya. Dilansir Slate, Minggu 16 Maret 2014, asteroid besar 2003 QQ47 memang ada. Namun, tidak akan meluluhlantakkan Bumi beserta isinya pekan depan, atau bahkan setidaknya satu abad. Faktanya, asteroid tersebut akan melintasi langit Bumi dengan tenang pada 26 Maret 2014.

Jaraknya kurang lebih 19 juta kilometer dari Bumi, atau 50 kali lebih jauh dari jarak Bumi-Bulan.

Tidak berbahaya, bukan? Beberapa waktu lalu, Daily Mail sempat mengabarkan bahwa asteroid yang ditemukan pertama kali pada 2003, sekitar 11 tahun lalu itu, berpotensi untuk menabrak Bumi sekitar Agustus 2014.

Namun, pada September 2003, observasi baru justru mengatakan asteroid akan datang lebih cepat, yakni sekitar Maret 2014. Namun, fakta itu telah dibantah langsung oleh NASA. Dampak asteroid memang luar biasa dahsyat dan menakutkan banyak orang. Tak heran, jika rumor seperti ini menyebar seperti virus mematikan. (art)
Orbit Asteroid 2003 QQ47
Sumber : Viva.co.id

27 February 2014

Ingin Kuasai Asia, AS Akan Bangun Pangkalan Militer Besar di Asia

Setelah militernya mendekati Indonesia dengan mengumbar janji akan memodernisasi TNI, kini AS mulai kembali melirik negara tetangga ASEAN, yaitu Filipina. Melalui Komandan Armada Pasifik, Laksamana Harry Harris, AS mengungkapkan niatnya untuk menambah dan memperluas kehadiran pasukannya di negara kepulauan itu dengan membangun kembali pangkalan militer nya di kawasan ASIA Pasifik.
KTT Asean Brunei Darussalam
"Sudah Siapkah Indonesia Perang ?
 Semua maklum, semakin gencarnya lobi dan kehadiran AS di Asia Tenggara merupakan bagian dari rencana AS untuk membangun "poros Asia". Rencana pembangunan pangkalan militer itu digalakkan menyusul nafsu Amerika Serikat untuk terlibat dalam ketegangan di kawasan Laut China Selatan yang terus meningkat setelah China mengklaim perariran yang dipersengketakan. 

Namun rencana itu mendapat tentangan dari pemerintah Filipina. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, kesepakatan akhir (membangun pangkalan militer AS) ditangguhkan karena Manila bersikeras untuk mendapatkan akses ke seluruh fasilitas sementara AS.

Dan di saat yang sama, menolak permintaan untuk mengizinkan AS mendirikan pangkalan di luar kamp Filipina. "Masalahnya," lanjut sumber itu, "AS menginginkan kendali penuh termasuk mengibarkan bendera AS sendiri di daerah tertentu. Itu akan memicu tantangan konstitusional." Konstitusi Filipina membutuhkan perjanjian yang dibicarakan bersama AS sebelum AS dibolehkan menyiapkan fasilitas mandiri.

Menjelaskan status hukum saat ini yang terkait dengan kehadiran AS di negara itu, Ramon Casiple, direktur eksekutif Institute of Political and Electoral Reforms, mengatakan, "Terdapat sebuah kamp Amerika dalam pangkalan Filipina dan dikendalikan bersama oleh para komandan Amerika dan Filipina. Menurut teori, itu berarti seorang komandan Filipina dapat memasuki kamp AS setiap saat.

Kenyataannya, prajurit AS tidak membiarkan siapa pun memasuki kamp AS tanpa seizin komandan kamp AS." Casiple mengatakan, salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah Filipina mendirikan pangkalan di Subic Bay, yang akan digunakan AS.

Subic Bay, bekas pangkalan angkatan laut AS yang menghadap Laut Cina Selatan. ditinggalkan AS pada 1992 setelah Filipina menuntut dibuatnya perjanjian formal atas pangkalan itu. Poin yang mencuat saat itu adalah tuntutan Manila untuk menghukun personil AS atas kejahatan serius seperti pemerkosaan dan pembunuhan warga Filipina.
  "8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik! Persiapan Tahun 2020:
Penempatan 60% Militer AS di Australia Fokus ke Asia, Penyadapan Antar Negara Marak Pula, “Zona Perang” AS dari Timur Tengah Kini Beralih ke Asia

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.

Hal ini disampaikan oleh Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University
Peta Lokasi Pangkalan Militer AS Beserta Sekutunya

Menurut Murphy, Indonesia akan memiliki peran penting dalam menyokong ASEAN dari belakang.

Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.
"“Sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.”

26 February 2014

Saudi lenyapkan lima peninggalan Nabi Muhammad

Kota Makkah di Arab Saudi memang menjadi arah kiblat bagi muslim sejagat. Pemerintah Negeri Petro Dolar itu sangat memperhatikan dan merawatnya namun tidak ada tempat bagi junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW. Hampir 95 persen peninggalan bersejarah erat kaitannya dengan Rasulullah diberangus, seperti dilansir oleh situs theamericanmuslim.org (19/7/2013).
Kaligrafi Nabi Muhammad
Lima dekade sudah Saudi sedikit demi sedikit menggusur segala hal erat kaitannya dengan Muhammad. Bahkan beberapa tulisan mengenai penghancuran sejarah muslim oleh kerajaan dan pemerintah negara itu di pelbagai situs Internet telah dibajak.

Majalah Islamika memberhentikan penerbitan mereka pada 2009 soal penghancuran ini. Jika menginginkan soal data dan fakta dengan validitas teruji tulisan dari Irfan Ahmad yakni Penghancuran Tempat Suci Makkah dan Madina bisa dijadikan rujukan.

Dengan alasan bertambahnya peziarah ke Makkah lebih dari 300 situs Islam hancur dan di kemudian hari Islam bisa menjadi mitos sebab tak ada bukti sejarahnya.

Berikut lima situs peninggalan Muhammad yang telah dan bakal dihancurkan kerajaan Saudi dilansir dari pelbagai surat kabar the Daily Mail, Russia Today, dan theamericanmuslim.org berikut ulasannya.

1. Tempat lahir Nabi Muhammad digusur demi bangun istana kepresidenan
Mekah.
Perusahaan pengembang di Arab Saudi yakni Grup Saudi Binladin milik keluarga kerajaan Saudi tahun lalu mengajukan proyek untuk menghancurkan tempat lahir Nabi Muhammad buat mendirikan tempat tinggal bagi imam Masjidil Haram dan istana kepresidenan.

Jika disetujui maka proyek itu akan merenovasi masjidil Haram dengan membangun kompleks modern di lokasi diyakini tempat lahir Nabi. Proyek itu ditaksir bernilai miliaran dolar Amerika, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (21/2).

Untuk mendirikan kompleks baru itu, perpustakaan suci yang berdiri di atas tiang juga akan dihancurkan. Lokasi itu rencananya akan diganti dengan sebuah stasiun kereta buat mengangkut para jemaah haji atau sebuah perpustakaan baru dipersembahkan buat menghormati Raja Abdul Aziz, pendiri Saudi saat ini.

Keluarga kerajaan Saudi selama ini menganut aliran Islam Wahabi sejak keluarga al-Saud berkuasa pada abad ke-19.

 Penguasa Saudi sejak lama menolak melestarikan peninggalan-peninggalan Nabi di Masjidil Haram karena beralasan bisa menimbulkan sirik terhadap Allah. "Tempat itu adalah peninggalan terakhir dari Nabi Muhammad, yakni tempat lahir beliau, lokasi paling suci bagi umat Islam dan komunitas Syiah di seluruh dunia," kata Irfan al-Alawi, sejarawan dan direktur eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Islam yang bermarkas di Inggris.

"Sebagian besar umat Islam bahkan tidak tahu lokasi itu bakal dihancurkan."

2. Penghancuran makam keluarga Rasulullah
Kabah
21 April 1925, pemakaman Jannatul Baqi tempat keluarga Nabi Muhammad dimakamkan dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz bin Saudi dari Arab Saudi. Di sini terbaring Shafiah (bibi Rasulullah), Ibrahim, putra baginda nabi, dan masih banyak lagi, termasuk putra Umar bin Khattab, dan ibu Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.

Saudi beralasan butuh banyak pengeluaran merawat dan merekonstruksi makam-makam itu sebab bangunannya sudah banyak yang rusak. Sangat boros membuang uang negara untuk memperbaiki kuburan. Tak berapa lama kemudian setelah memberikan alasan keuangan, pemerintah Saudi membangun hotel mewah dengan jam raksasa di atasnya di sekitaran Kabah.
  
3. Rumah Khadijah jadi jamban
Proyek Masjid Al-Haram

Perluasan Masjid Al-Haram, selain ada rumah nabi yang kini berubah jadi perpustakaan masjid, ternyata juga terdapat rumah Siti Khadijah, istri baginda Rasulullah. Lebih parah dari nasib rumah Nabi Muhammad SAW, bangunan didiamin Khadijah di masa lalu ini berubah jadi toilet.

Toilet mempunyai persamaan dengan ruang kecil dipakai untuk buang kotoran. Ini dianggap penghinaan atas istri Rasulullah itu.

4. Rumah pernah ditinggali Muhammad SAW jadi perpustakaan
Makah
Dalam dua dekade terakhir, the Gulf Institute yang berpusat di Ibu Kota Washington D.C., Amerika Serikat, mencatat Riyadh telah melumatkan 95 persen dari seluruh bangunan berusia lebih dari seribu tahun di Mekkah dan Madinah. Perluasan Masjid Al-Haram juga mengundang protes dan kecaman pelbagai pihak. Di sekitar Kabah kini bermunculan pelbagai pusat belanja, hotel, dan gedung jangkung.

Di sana kini terdapat kompleks Jabal Umar, terdiri dari apartemen, hotel, dan menara jam tertinggi sejagat. Buat mewujudkan proyek ini, Saudi membuldoser benteng Ajyad dibangun di masa kekhalifahan Usmaniyah. Di kompleks ini ada rumah nabi kini berubah menjadi perpustakaan masjid.  

5. Rencana penghancuran makam Rasulullah
Kabah Mekah
  Pemerintah Arab Saudi bakal menghancurkan makam Nabi Muhammad. Pusara Rasulullah itu terletak di dalam masjid paling suci kedua setelah Masjid Al-Haram di Kota Makkah.

Tujuannya untuk memperluas Masjid Nabawi.? Pembangunan masjid itu memang diperlukan, tapi rencana pemerintah Negeri Dua Kota Suci itu sungguh mencemaskan sebab perluasan bakal dilakukan di sebelah Barat, tempat makam Rasulullah bersama dua sahabatnya, Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Rencana ini dinilai bakal membuat banyak pihak murka dan umat Islam bakal bergejolak. Hingga kini rencana itu masih menjadi kontroversi.

Sumber : Merdeka.com

23 February 2014

Mata-mata dari Australia

Jum'at, 21 Februari 2014, - Duane bukan pejabat tinggi negara. Bukan teroris. Bukan pula musuh negeri Amerika Serikat. Sosoknya jauh dari kesan berbahaya. Dia hanya seorang warga biasa negeri adidaya itu. Merintis hidup sebagai pengacara di Mayer Brown, sebuah lembaga hukum di kota Chicago. Nama Duane, juga tidak begitu mencorong.
Dokumen NSA, yang dibocorkan Snowden kepada New York Times itu, menyebutkan bahwa sasaran ASD adalah Telkomsel dan Indosat.
Tapi pria berkacamata ini masuk radar National Security Agency (NSA), badan intelijen di negeri Barrack Obama itu. Dan semua itu karena rokok dan udang. Rupanya, Duane didapuk Jakarta menjadi pengacara dalam sengketa dagang dengan Washington. Sengketa soal rokok kretek dan udang yang dilarang keras masuk pasar negeri itu. Dan Amerika Serikat sekuat tenaga memenangkan sengketa ini. Menyadap semua pembicaraan Duane dengan perwakilan Indonesia. Kasus ini terjadi tahun 2010.
Para telik sandi di NSA boleh dibilang mujur. Rekaman percakapan itu disetor oleh badan intelijen dari negara sahabat, Australian Signals Directorat (ASD). Badan itulah yang di penghujung tahun kemarin, dituding sebagai biang keladi dari kisruhnya hubungan Indonesia dengan Australia.  Mereka menyadap percakapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah menteri, dan juga Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Rupanya Australia dan Amerika Serikat bahu membahu menyadap pembicaraan petinggi sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia. Aksi mereka kemudian diketahui dunia, setelah Edward Snowden, mantan anggota NSA yang kini menetap di Moskow, membocorkannya kepada media massa. 

Penyadapan terhadap Duane dan  wakil pemerintah Indonesia, misalnya,  diketahui setelah Edward Snowden kembali membeberkan dokumen rahasia milik NSA tahun 2012. Dokumen itu dipublikasi harian  New York Times. Ditulis awal pekan lalu, Sabtu 15 Februari 2014.

Dan inilah bocoran itu. Sekitar tiga tahun lalu,  wakil pemerintah Indonesia - yang hingga kini masih disebut anonim – bercakap-cakap dengan Duane lewat sambungan telepon internasional. Percakapan itu terkait sengketa perdagangan udang dan rokok kretek.

Percakapan itu tanpa sengaja tersadap oleh intelijen ASD. Badan intelijen yang beberapa karyawannya juga merupakan mantan karyawan NSA ini,  kemudian melaporkan "hasil tangkapannya" kepada NSA Cabang Canberra. Merasa mendapat buruan besar, para intel itu kemudian mengabarkan kepada markas pusat NSA di Fort Meade, Maryland. Mereka juga meminta arahan.

Bocoran percakapan ini tampaknya sungguh penting bagi Amerika Serikat. Dan itu terlihat dari kecepatan mereka merespon laporan dari Canberra itu. Hari itu juga, markas NSA di Maryland memberi restu kepada agen Australia untuk terus menyadap pembicaraan Duane. Dengan alasan, informasi itu penting bagi konsumen Amerika Serikat.

Yang mencenggangkan, kepada NSA, para agen intelijen ASD mengaku bahwa selama ini mereka dapat mengakses data milik PT Indosat Tbk (Indosat) dalam jumlah besar. Dan sebagaimana luas diketahui bahwa Indosat adalah salah satu perusahaan telekomunikasi besar di tanah air. 

Kemampuan mengakses ini, begitu bunyi tulisan di New York Times, dipakai untuk menyadap komunikasi, termasuk percakapan para pejabat di sejumlah kementerian di Indonesia.

Dan tampaknya para agen intelijen di ASD royal menyetor informasi kepada NSA. Dalam dokumen lain yang diterbitkan NSA pada tahun 2013, disebutkan bahwa mereka sanggup masuk ke jaringan milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Para agen di ASD mengklaim telah mendapatkan hampir 1,8 juta kunci induk enkripsi, yang dipakai untuk melindungi percakapan.

Telkomsel dan Indosat memang merupakan operator terbesar di tanah air. Data pengguna telepon seluler pada tahun 2012 menunjukkan bahwa Telkomsel mempunyai 212 juta pelanggan. Menguasai sekitar 62 persen pangsa pasar. Sementara Indosat memiliki 52 juta pelanggan, atau 15 persen dari pasar. Jika digabung, kedua operator ini menguasai kurang lebih 77 persen pelanggan seluler di Indonesia.

Diprotes
Bocoran dokumen terbaru itu, kembali memantik protes keras dari  tanah air. Australia dikecam. Perlakuan mereka dinilai tidak semanis bahasa diplomasi yang menguar di media massa. Dokumen yang susul menyusul dibocorkan Snowden, juga membantah klaim badan intelijen Australia, bahwa penyadapan hanyalah  menyasar jaringan teroris.

Mendapat kecaman dari sejumlah kalangan di Indonesia, Perdana Menteri Tony Abbott berkilah. Penyadapan itu, katanya, bukan untuk tujuan komersil. Dia menegaskan, "Kami menggunakannya untuk menegakkan nilai-nilai kami. Untuk melindungi rakyat kami dan rakyat negara lain."

Penjelasan Abbott ini tentu saja membuka pintu perdebatan yang panjang. Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mempertanyakan hubungan sengketa dagang itu dengan keamanan negara. "Yang sulit saya pahami, bagaimana bisa konflik dagang udang dapat berimbas terhadap keamanan nasional Australia?" ujar Marty keheranan.

Marty mengaku sangat kecewa dengan aksi Australia yang  benar-benar doyan mencampuri urusan negara lain. Masing-masing negara, kata Marty, “Seharusnya saling mendengarkan dan tidak menguping pembicaraan orang lain.”

Para agen di NSA dan Australian Signals Directorat, memilih bungkam soal bocoran laporan penyadapan itu. Mereka juga menolak menjelaskan  apakah informasi yang melibatkan pengacara dari  Mayer Brown, disampaikan kepada pejabat atau negosiator perdagangan AS demi memenangkan sengketa dengan Indonesia.

Sejak Bom Bali

Sesungguhnya sudah lama Indonesia jadi sasaran intel Australia. Kian intensif  sejak pengemboman di Bali tahun 2002. Yang menewaskan 202 orang.  Di mana 88 orang di antaranya merupakan turis dari  Negeri Kangguru itu. Sejumlah media mengabarkan bahwa demi memburu informasi jaringan teroris itu, NSA dan ASD membangun fasilitas intelijen di Alice Spring, Australia.

Setengah dari intel di Alice Spring adalah agen NSA. Mereka didatangkan dari Amerika. Mereka fokus pada penyadapan di Asia. Sasaran utamanya dua. Indonesia dan China. Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini juga disadap. Cara kerja mereka tentu saja canggih.

Bacalah dokumen NSA yang dibocorkan Snowden ini.  Dalam sebuah memo pada tahun 2003, dipaparkan bagaimana  para agen NSA mengajari mitranya dari Australia mengintersepsi layanan telekomunikasi berbasis satelit di Indonesia. Intersepsi itu dilakukan melalui Shoal Bay Naval Receiving Station, fasilitas intersepsi satelit yang berlokasi dekat Darwin.

Para agen NSA dan Australia juga mengakses panggilan telepon dan lalu-lintas Internet yang dilakukan menggunakan kabel bawah laut yang beroperasi melalui dan ke Singapura. Sebuah kerja intelijen yang bisa mencemaskan banyak negara.

Seperti halnya Australia, penjelasan Amerika Serikat atas penyadapan ini juga tidak memadai. Untuk tidak menyebutnya sekedar ngeles. Dengarlah penjelasan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, ketika ditanya soal penyadapan terhadap Duane itu.  Jawaban ini disampaikan ketika John Kerry, berkunjung ke Jakarta, Senin 17 Februari 2014 .

Aksi penyadapan itu, katanya, tidak mungkin dilakukan untuk kepentingan perdagangan Amerika Serikat.  Isu penyadapan ini telah ditanggapi serius oleh Presiden AS Barack Obama. Dia menambahkan, “Kami menjunjung tinggi privasi setiap warga negara sebagai kebebasan sipil yang harus dilindungi, dan giat mempertahankan keamanan warga negara dari ancaman besar terorisme.”

Telkomsel-Indosat Membantah

Dokumen NSA, yang dibocorkan Snowden kepada New York Times itu, menyebutkan bahwa sasaran ASD adalah Telkomsel dan Indosat.  Tapi manajemen kedua operator itu menegaskan bahwa keamanan jaringan mereka sudah berlapis. Tidak mudah disusupi.
Dalam dokumen yang diterbitkan NSA pada tahun 2013, disebutkan bahwa mereka sanggup masuk ke jaringan milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).
"Kalau penyadapan itu terjadi di lingkungan infrastruktur masih bisa kami monitor. Tapi, kalau sudah di luar itu, atau over the air, jujur saja kami sulit memantaunya," kata Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel, saat dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, 20 Februari 2014.

Ketika dikonfirmasi apakah betul 1,8 juta kode enkripsi- sebagaimana ditulis New York Times- berhasil diretas atau didekripsi NSA, Adita tegas membantah. Dia menegaskan bahwa keamanan jaringan seluler disusun berlapis.

Dan tentu dienkripsi agar tidak mudah disusupi. Adita juga membantah keras bahwa 1,8 juta kode enkripsi berhasil diretas. Tiap nomor telepon yang melakukan panggilan, katanya, mempunyai satu kode unik enkripsi. Jadi, data yang dipaparkan di dokumen NSA itu, “Tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada istilah master key di lingkungan telco," tegas Adita.

Kabar soal penyadapan itu, lanjutnya, hanya diketahui dari media massa. Belum ada informasi resmi yang masuk ke perusahaan. Sejauh ini Telkomsel hanya merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo No 11/2006. Yang mengatur tentang lawful interception atau penyadapan informasi secara sah. “Sebagai bagian dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan peradilan terhadap suatu tindak pidana," terang Adita.

Senada dengan Telkomsel, Indosat juga menegaskan bahwa tidak mungkin penyadapan itu dilakukan lewat jaringan mereka. Dalam keterangan resmi yang diterima VIVAnews, 20 Februari 2014, Division Head Public Relations Indosat, Adrian Prasanto, tegas menjawab, "Mustahil jika kami menjalin kerja sama dengan penegak hukum dari luar Indonesia, baik itu ASD atau NSA. Itu jelas melanggar hukum. Lalu lintas telekomunikasi yang masuk ke Amerika Serikat dikategorikan sebagai lalu lintas asing." 

Indosat menegaskan bahwa tidak mungkin penyadapan itu dilakukan lewat jaringan mereka.
Valid-kah?
Jurubicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, sangat menyayangkan informasi simpang siur yang dihembus kantor berita New York Times, sebagai "corong" Snowden dalam menyiarkan bocoran dokumen NSA kali ini.

Gatot mempertanyakan validitas laporan  New York Times itu. “Kalau validitasnya masih dipertanyakan, artinya belum sah. Kami tidak bisa tindak lanjuti. Tidak bisa ambil action. Semua informasi ada di media luar sana," kata Gatot, saat dihubungi VIVAnews melalui pesawat telepon, 20 Februari 2014.

Aksi sadap-menyadap ini, lanjutnya, telah masuk ke ranah hubungan diplomatik. Hubungan antara Indonesia-Australia dan Indonesia-AS. Masuk domain Kementerian Luar Negeri.  Sama dengan kasus penyadapan oleh Australia kemarin. “Respons kami ditunjukkan dengan sikap Bapak Presiden SBY dan Kementerian Luar Negeri.  Kami menghindari duplikasi informasi yang tidak selaras," tegas Gatot.

Soal  teknik penyadapan, Gatot menduga, penyadapan yang terjadi modusnya sama.  Umumnya sudah ditarget. Tidak asal menyadap. Mereka tidak menyadap seluruh pelanggan. “Jika targetnya adalah pejabat, tentu lebih sulit. Karena rata-rata enkripsi telah diterapkan oleh Lembaga Sandi Negara," tutur pria kelahiran Yogyakarta 53 tahun lalu itu.

Kecuali, kata Gatot, pejabat negara itu tidak patuh. Karena komunikasi yang sifatnya rahasia tentu akan dilindungi oleh Lemsaneg.

Sumber : Viva.co.id

22 February 2014

Jika Jepang Mengadu ke WTO, Dampaknya Pada Citra Investasi RI

Tambang Batubara
Sabtu, 22 Februari 2014, - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Natsir Mansyur, Sabtu 22 Februari 2014, menyatakan bahwa rencana Jepang untuk memperkarakan RI ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait aturan pelarangan ekspor mineral mentah dapat merusak citra investasi di Indonesia.

Menurut Mansyur, dunia usaha dalam negeri mendukung penuh ketentuan UU nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara (UU Minerba) itu diberlakukan demi kepentingan bangsa. Namun, dengan syarat hilirisasi industri pertambangan tetap berjalan.

"Karena undang-undang, ya harus dijalankan, ini kepentingan bangsa. Kami memahami," ujar Mansyur kepada VIVAnews.

Jepang sebagai salah satu pemangku kepentingan, ia melanjutkan, wajar jika berencana mengadukan masalah ini ke WTO. Sebab, Jepang merupakan salah satu pengimpor terbesar bahan mineral mentah untuk produksi baja stainless.

Namun, polemik ini dinilai tidak akan sampai mempengaruhi industri nasional. "Itu tak terlalu terdampak, karena Indonesia suplier terbesar di dunia untuk mineral. Hanya citranya saja yang akan jeblok," kata Mansyur.

Oleh karena itu, Kadin meminta agar pemerintah bisa lebih fleksibel dalam kebijakannya di sektor mineral dan pertambangan, agar hilirisasi tetap bisa berjalan. Antara lain dengan memberikan insentif penunjang industri hilir. Misalnya, berupa keringanan pajak bagi perusahaan lokal maupun asing yang akan membangun industri di Indonesia.

"Intinya tidak mempersulit pengusaha," kata Mansyur.

Mansyur berharap pada waktu mendatang Indonesia bisa semakin kuat di sektor industri ini. Sehingga tidak terlalu terganggu kepentingan global.

Sebelumnya, ketentuan pelarangan ekapor mineral diatur dalam Undang-undang No 4 Tahun 2009. Aturan tersebut mulai diberlakukan pemerintah pada 12 Januari 2014.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu 19 Februari 2014, yang mengutip pejabat senior di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), mengatakan, Pemerintah Negeri Sakura sedang berupaya untuk berdiskusi dengan RI melalui forum WTO dalam bulan ini. Apabila isu ini tidak juga terselesaikan, sebuah panel khusus akan dibentuk untuk menangani kasus tersebut.

Sumber : Viva.co.id

21 February 2014

Jepang Adukan RI ke WTO, Ini Tanggapan Mendag

Mendag Muhammad Lutfi.

Wacana aduan ini terkait pelarangan ekspor barang tambang mentah.



Jum'at, 21 Februari 2014,- Pemerintah Jepang keberatan dengan aturan pelarangan ekspor mineral mentah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba). Mereka pun mengkaji untuk mengadu ke World Trade Organization (WTO).

Terkait kemungkinan pengaduan kepada badan perdagangan dunia itu, pemerintah Indonesia menilai reaksi Jepang itu wajar. Jika Jepang ingin berkonsultasi terkait larangan itu, pemerintah Indonesia akan membuka diri.

"Ini kan pada dasarnya orang tidak senang. Tetapi, ini kan suatu komitmen juga karena ini amanat undang-undang," kata Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, di Jakarta, Jumat 21 Februari 2014. Untuk itu, dia menjelaskan, Kemendag akan mempelajari bersama, sehingga aturan tersebut dapat berjalan sesuai amanat undang-undang.

Sebelumnya, dilansir dari kantor berita Reuters, yang mengutip pejabat senior di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), mengatakan, Negeri Sakura sedang berupaya untuk berdiskusi dengan RI melalui forum WTO dalam bulan ini.

Apabila isu ini tidak juga terselesaikan, sebuah panel khusus akan dibentuk untuk menangani kasus tersebut.

Kendati begitu, Direktur METI, Osamu Onodera membantah sudah ada keputusan untuk membawa kasus ini ke WTO. Dia menyebut itu baru kemungkinan.

"Membawa isu ini ke forum WTO merupakan salah satu opsi kami. Tetapi kami belum memutuskan apa pun," ujar Onodera yang menangani sengketa dan pemenuhan aturan yang ditetapkan WTO.

Diberitakan juga bahwa pemerintah Jepang merencanakan konsultasi tentang aturan ini ke perdagangan internasional. Apabila itu jadi dilakukan, pemerintah Indonesia siap untuk "meladeni" Jepang.

"Kalau memang dia minta konsultasi, ya, kami kasih konsultasi. Nanti, kami pelajari sama-sama dulu supaya bisa jalan," kata Luthfi.

Jepang merupakan salah satu produsen baja stainless terbesar di dunia. Para perusahaan asal Negeri Sakura terpaksa harus menghadapi kenyataan biaya produksi yang lebih besar dan berjuang untuk mencari pasokan baru untuk nikel.

Akibat UU yang diberlakukan secara resmi bulan lalu di Indonesia, turut memicu harga nikel global naik. Padahal, Jepang mengimpor 44 persen biji nikel dari Indonesia pada 2012.

Jepang Keberatan RI Larang Ekspor Produk Tambang Mentah

Kegitana Pengolahan Biji Emas
Jum'at, 21 Februari 2014, Pemerintah Jepang akan memperkarakan langkah RI ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan ekspor produk tambang mentah.

Aturan yang dimaksud yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang resmi diberlakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 12 Januari 2014 lalu.

Jepang menjadi salah satu negara yang keberatan dengan kebijakan itu karena selama ini sudah menikmati membeli bahan tambang mentah dari Indonesia.

Pihak luar negeri membeli mineral mentah dari pengusaha tambang Tanah Air kemudian mengolah dan menjual kembali dengan harga yang lebih mahal dibanding harga belinya.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu 19 Februari 2014, yang mengutip pejabat senior di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), mengatakan, pemerintah Negeri Sakura sedang berupaya untuk berdiskusi dengan RI melalui forum WTO pada bulan ini. Apabila isu ini tidak juga terselesaikan, sebuah panel khusus akan dibentuk untuk menangani kasus tersebut.

Kendati begitu, Direktur METI, Osamu Onodera membantah sudah ada keputusan untuk membawa kasus ini ke WTO. Dia menyebut itu baru kemungkinan.

"Membawa isu ini ke forum WTO merupakan salah satu opsi kami. Tetapi kami belum memutuskan apa pun," ujar Onodera yang menangani sengketa dan pemenuhan aturan yang ditetapkan WTO.

Jepang merupakan salah satu produsen baja stainless terbesar di dunia. Para perusahaan asal Negeri Sakura terpaksa harus menghadapi kenyataan biaya produksi yang lebih besar dan berjuang untuk mencari pasokan baru untuk nikel.

Akibat UU yang diberlakukan secara resmi bulan lalu di Indonesia, turut memicu kenaikan harga nikel global. Padahal, Jepang mengimpor 44 persen biji nikel dari Indonesia pada 2012.

Menurut prediksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada akhir Januari 2014, produksi nikel akan merosot hingga 94 persen menjadi 3,5 juta ton.

Sejak diberlakukannya secara resmi UU Minerba, Pemerintah RI mewajibkan setiap perusahaan mineral dan tambang untuk mengolah dan memurnikan terlebih dahulu bahan mentah tambang dengan menggunakan sebuah fasilitas bernama smelter sebelum diekspor.

Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, mengatakan, pemerintah akan bertindak tegas, tidak akan memberikan izin ekspor bagi perusahaan yang tidak membangun smelter. Sebab, banyak perusahaan yang mengeluhkan untuk membangun smelter ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dinilai wajar

Terkait kemungkinan pengaduan kepada badan perdagangan dunia itu, pemerintah Indonesia menilai reaksi Jepang itu wajar.

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, mengatakan jika Jepang ingin berkonsultasi terkait larangan itu, pemerintah Indonesia akan membuka diri.

"Ini kan pada dasarnya orang tidak senang. Tetapi, ini kan suatu komitmen juga karena ini amanat undang-undang," ujar Luthfi, Jumat 21 Februari 2014.

Untuk itu, dia menjelaskan, Kemendag akan mempelajari bersama, sehingga aturan tersebut dapat berjalan sesuai amanat undang-undang.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Cris Kanter, mengaku heran dengan rencana pemerintah Jepang tersebut.

"Kalau sebagai pembeli, bukan kewenangan dia (Jepang) untuk menggugat," ujar Cris kepada VIVAnews

Dengan adanya UU ini, pengusaha tambang dilarang menjual enam jenis mineral mentah ke luar negeri yaitu emas, nikel, bauksit, bijih besi, tembaga dan batu bara sebelum diolah.

Pemerintah berharap penerapan regulasi tersebut akan berdampak baik, yakni bisa memberi nilai tambah kepada barang tambang itu, sehingga lebih menguntungkan para pengusaha.

Tidak hanya pihak luar negeri, beberapa perusahaan tambang dalam negeri juga keberatan dengan UU Minerba. Contohnya PT Freeport dan PT Newmont yang sempat mengancam adanya PHK besar-besaran. Bahkan dikabarkan mereka akan membawa masalah tersebut ke arbitrase. Meskipun pada akhirnya kedua perusahaan itu menyatakan akan membangun smelter.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake Jr, memahami pemerintah yang telah memberlakukan UU Minerba. Namun, dia berharap dengan adanya aturan baru itu, tidak lantas menghentikan kontribusi besar yang disumbang oleh PT Freeport dan PT Newmont.

Blake mengingatkan kedua perusahaan itu sudah berkontribusi sebanyak hampir satu persen terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia.

"Perusahaan itu bahkan telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 100 ribu WNI, khususnya di Papua. Kedua perusahaan itu juga merupakan pembayar pajak terbesar kepada Indonesia," katanya.

Sumber - Viva.co.id